Kaya saat usia tua, itu mah biasa. Kaya disaat usia muda itu baru luarrrrrrrrrrrrrrrr biasa. Demikian ungkap seorang teman saya ketika menawarkan sebuah produk MLM yang dia geluti selama bertahun-tahun. Kalau dipikir-pikir memang yang diucapkannya itu bisa dikatakan benar 100 persen. Dengan kekayaan tersebut kita bisa membahagiakan siapapun orang-orang yang kita sayangi dan kasihi di usia muda. Sebut saja, ibu-bapak, kakak-adik, tante-oom dan orang-orang terdekat kita yang lainnya.
Muda kaya raya adalah motivasi yang cukup baik. Mengapa penulis katakan cukup baik? Ya, itu bisa memotivasi kita untuk menghargai dan memaksimalkan waktu yang telah diberikan Allah SWT kepada kita semua untuk berlomba-lomba mengais rezeki. Namun, dalam konteks keimanan tentu kita mempunyai cita-cita lain selain kaya. Kaya saja tidak cukup. Bagi orang-orang yang beriman kaya saja tidak cukup, tetapi bagaimana dengan kekayaannya itu dia bisa masuk surga. Terkadang, ada orang muda yang mendapatkan amanah kekayaan itu tetapi dia sombong dengan kekayaannya itu.
Mudah-mudahan kita tidak termasuk orang yang seperti ini karena telah melupakan bahkan mengabaikan campur tangan Allah SWT sang sutradara hidup dan kehidupan di dunia-akhirat. Dengan kata lain, Allah SWT mewajibkan kita untuk kaya. Akan tetapi, jangan sampai dengan kekayaan itu kita lupa kepada-Nya yang telah memberikan berbagai kenikmatan dan kelezatan hidup di dunia.
Dalam hal ini Allah SWT telah berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 111, “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar”.
Jelas Allah SWT telah mengatakan bahwa Allah membeli jiwa dan harta. Walau harta disebutkan yang kedua tapi disini semacam ada kewajiban dan perintah dari Allah SWT yang mewajibkan umat-Nya untuk kaya dan Allah SWT menjamin orang-orang yang kaya masuk surga dengan catatan mereka membelanjakan hartanya hanya untuk beribadah kepada-Nya dengan menolong sesama umat yang membutuhkannya.
Bahkan dalam QS. As-Saff ayat 11, “(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui”. Dengan tegas disini Allah SWT menerangkan bahwa bermimpi dan mewujudkan kekayaan itu adalah sebuah keharusan dan satuhal yang perlu dicatat bahwa kekayaan itu adalah amanah yang diberikan Allah SWT kepada umatnya untuk berjihad di jalan Allah, bukan untuk berfoya-foya karena Allah SWT sangat membenci orang-orang yang diamanahi kekayaan tapi dihabiskan untuk hal yang tidak berfaedah.
Dengan kata lain, Allah SWT membenarkan bahkan mewajibkan umatnya untuk kaya dengan syarat. Pertama, memperoleh harta dengan yang baik. Kedua, harta tidak boleh membuat pemiliknya sombong. Ketiga, harta tersebut menjadi fasilitas untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Keempat, fasilitas untuk silaturahim dan kelima alat berjuang untuk menegakkan agama Islam di muka bumi ini.