Kaca Helm “Wajib” Dibuka
Selasa (9/6) tepat pukul 11.00 Waktu Indonesia Barat (WIB) Kru Tabloid Kemilau Melayu berada di bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang. Antara jadi dan tidak kami menunggu tiket pesawat RAL (Riau Airlines) menuju ke Ranai, Kabupaten Natuna yang di cancel. Alhamdulillah, tepat pukul 12.00 WIB setelah satu jam kami menunggu, kami dipanggil oleh agen tiket RAL yang ada di bandara. “Ada yang cancel nih,” kata agen tiket itu.
Akhirnya, jadi juga berangkat ke Ranai, ibukota kabupaten Natuna. Secara kebetulan kru Tabloid Kemilau Melayu juga berangkat bersama Sanggar Langkadura dan tim Paskibraka Kabupaten Natuna yang pulang menuju Natuna. Sekitar 1 jam lewat lima menit kami pun tiba di bandara Ranai.
Karena penumpang saat itu cukup ramai, kami pun berdesak-desakan menuju pintu keluar. Bagasi barang-barang tampak padat dengan tas-tas serta oleh-oleh yang dibawa penumpang dari Tanjungpinang. Kami pun langsung menghubungi biro kami di Natuna. Rekan kami Amdad menjemput kami.
Ada hal yang cukup unik ketika kami dibonceng. Hingga menuju gerbang bandara ada penjaga pintu gerbang yang sepertinya menggunakan pakaian angkatan udara, tapi kami tak tahu persis penjaga itu apakah angkatan atau petugas bandara. Tiba-tiba saja, Amdad biro kami di Natuna itu menyebutkan kepada kami untuk membuka kaca helm kalau tidak kami akan dipanggil.
“Buka kaca helmnya bang, kalau tidak kita dipanggil sama penjaga itu,” ungkap Amdad kepada kami. Menurutnya, ketika melewati pintu gerbang membuka kaca helm adalah sesuatu yang “wajib”. Inila hari pertama kisah unik Tabloid Kemilau Melayu ketika menapaki jejak di Ranai, masih banyak kisah-kisah lain yang akan kami ceritakan di edisi berikutnya.