Bukit Senumbing, Batu Sindu dan Pemandangan Indah Sore Itu
Siang itu, kru Tabloid Kemilau Melayu istirahat sejenak sembari makan siang di salah satu rumah makan Padang di Ranai, Kabupaten Natuna. Inilah awal Kemilau Melayu “memburu” berita-berita sejarah dan budaya Melayu di Natuna yang sangat banyak memendam sejarah keresidenan dan datuk kaya yang dulunya “merajai” pusat pemerintahan dan ekonomi di Natuna atau lebih dikenal dengan pulau Tujuh (sevent island).
Usai menikmati makan siang, kami menginap di salah satu penginapan yang tak jauh dari Bandara Ranai. Meletakkan barang bawaan yang cukup banyak dan menarik nafas ditengah cuaca yang sedang panas saat itu sembari memikirkan untuk aktifitas sore harinya. “Kita ke pantai senumbing aja sore nanti,” kata Amdad rekan kami Biro Natuna.
Apa yang menarik di Pantai Senumbing? Rasanya sudah tak sabar menunggu sore. Selepas menunaikan ibadah salat Asar, kami pun berangkat ke Bukit Senumbing. Lokasinya mudah dicapai karena lebih kurang 3 kilo meter dari kota Ranai. Untuk menuju ke lokasi bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Sekitar limabelas menit kami tiba di lokasi.
Sangat menakjubkan. Dari bukit senumbing kami melihat “jerawat” atau yang lebih akrab dikenal batu sindu oleh masyarakat Natuna. Tampak dibibir pantai dan sekitar bukit dipenuhi dengan batu sindu. Menurut penduduk setempat, batu sindu memiliki kisah legenda. Tentang kisah sepasang kekasih yang terpisah oleh dua tempat yakni Tanjung Datuk dan Bukit Senumbing. Namun, sangat disayangkan legenda tersebut tidak tuntas dipaparkan dan masih ditelisik lebih jauh kebenarannya. Konon, sepasang kekasih tersebut tidak direstui hubungannya dan disumpah. Masyarakat setempat pantang untuk mengucapkan Tanjung Datuk. Diyakini, ketika kalimat tersebut diungkapkan maka badai pun akan datang di kawasan itu.
Tak terasa, sudah setengah jam atau 30 menit kami duduk di bukit Senumbing menikmati pemandangan indah sore itu sembari menduduki batu sindu yang berada di puncak bukit. Dan kami pun bergegas pulang ke penginapan sebelum magrib tiba.