<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Putrabintan&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://putrabintan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://putrabintan.wordpress.com</link>
	<description>Membaca, Menulis, Mendengar dan Membicarakan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Sep 2009 04:24:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='putrabintan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Putrabintan&#039;s Blog</title>
		<link>http://putrabintan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://putrabintan.wordpress.com/osd.xml" title="Putrabintan&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://putrabintan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Lebaran, Momentum Reformasi Akhlak</title>
		<link>http://putrabintan.wordpress.com/2009/09/22/lebaran-momentum-reformasi-akhlak/</link>
		<comments>http://putrabintan.wordpress.com/2009/09/22/lebaran-momentum-reformasi-akhlak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 04:24:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>putrabintan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://putrabintan.wordpress.com/?p=30</guid>
		<description><![CDATA[OLEH: R. DACHRONI Ketua Departemen Kebijakan Publik KAMMI Daerah Kepulauan Riau Boleh percaya atau tidak, memasuki bulan Ramadan yang baru saja berlalu, cukup banyak sekali ibadah-ibadah yang jarang dilakukan sebelum Ramadan yang lazimnya relatif jarang dikerjakan telah kita lakukan untuk menambah bonus pahala yang Allah SWT janjikan. Nah, tanpa disadari kita telah mengakui bulan Ramadan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putrabintan.wordpress.com&amp;blog=8506028&amp;post=30&amp;subd=putrabintan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>OLEH: R. DACHRONI<br />
Ketua Departemen Kebijakan Publik KAMMI Daerah Kepulauan Riau</p>
<p><img class="alignright size-medium wp-image-31" title="untitled9" src="http://putrabintan.files.wordpress.com/2009/09/untitled9.jpg?w=300&#038;h=210" alt="untitled9" width="300" height="210" />Boleh percaya atau tidak, memasuki bulan Ramadan yang baru saja berlalu, cukup banyak sekali ibadah-ibadah yang jarang dilakukan sebelum Ramadan yang lazimnya relatif jarang dikerjakan telah kita lakukan untuk menambah bonus pahala yang Allah SWT janjikan. Nah, tanpa disadari kita telah mengakui bulan Ramadan adalah bulan yang menyadarkan umat muslim untuk berubah. Setelah berubah ke arah yang lebih baik, tentunya kita berharap perubahan yang baik itu dapat kita pertahankan.</p>
<p>Persoalannya mampukah kita mempertahankan perbuatan-perbuatan suci yang secara aktif kita lakukan pada bulan Ramadan. Misalnya, membaca Alquran setiap harinya, bersabar, tidak menggunjing kerabat atau tetangga dekat, bertutur jujur dan satu hal lagi yang penting selalu berpikir positif. Itulah output (hasil) yang sebenarnya dikehendaki Allah SWT setelah bulan Ramadan berakhir. Setiap umat muslim penulis yakin tidak ingin perubahan yang telah dilakukan selama sebulan penuh itu juga berakhir setelah Ramadan meninggalkan kita.<span id="more-30"></span></p>
<p>Itulah sebabnya, Ramadan selain disebut bulan latihan bagi umat Islam, cukup banyak kata-kata yang dapat disandingkan dengan Ramadan seperti Ramadan Bulan Ampunan, Ramadan Bulan yang Suci, Ramadan Bulan Alquran, Ramadan Momentum Intropeksi Diri, Ramadan Bulan Penuh Makna dan masih banyak kata-kata yang cocok untuk menjadi “temannya” bulan Ramadan jika ditinjau dari aspek ubudiyahnya, namun jika dilihat dari aspek duniawinya Ramadan ternyata juga menjadi master branding untuk pelaku bisnis seperti adanya istilah Ramadan Fair, Pasar Juadah Ramadan dan masih banyak lagi kata-kata bisnis lainnya yang dapat “dikawinkan”  dengan bulan Ramadan.</p>
<p>Bahkan, tidak hanya dari aspek ekonomi Ramadan juga telah memberikan inspirasi untuk para politisi yang bertarung dalam Pemilu 2009 kelak sebagai moment untuk tebar pesona alias kampanye. Itu sih sah-sah saja sejauh tidak melanggar aturan yang telah ada. Sehingga, Ramadan juga dapat disebut sebagai bulan kampanye sebab dijalan-jalan banyak ditemukan spanduk wajah caleg dilengkapi dengan logo partai plus diikuti dengan kalimat, “Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1429 H,”. Subhanallah, jadi tak perlulah kita ragukan keberkahan yang telah diberikan Allah SWT melalui bulan yang mulia ini.</p>
<p>Refleksi Ramadan dan Reformasi Akhlak</p>
<p>Sepuluh hari menjelang masuknya bulan Syawal, umat muslim diingatkan Nabi Muhammad SAW melalui sabda-sabdanya yang disampaikan kepada para sahabat untuk menjemput malam Lailatul Qadar yang akan hadir di salah satu malam yang hanya Allah SWT yang tahu kapan akan diturunkannya. Jika dikaitkan dengan momentum perubahan ada satu penekanan yang penting dan perlu diperhatikan umat Islam.</p>
<p>Penekanan itu adalah penekanan terhadap reformasi akhlak atau mental seperti yang telah Allah tegaskan dalam  sesuai dengan QS Al-Baqarah ayat 183 yang dengan tegas menyatakan puasa dikhususkan untuk orang beriman, maka merugilah orang-orang yang tidak berpuasa. Selain itu juga, menurut Dr. Zubaidi M.Ag, M.Pd dalam bukunya yang berjudul, Islam &amp; Benturan Peradaban keberhasilan seorang Muslim dalam menepis godaan dari dalam dan luar diri inilah yang menjadi kesejatian puasa.<br />
Seorang Muslim yang berpuasa diharapkan akan bersikap progresif dalam mensterilkan hati dari nafsu rendah dan nista (takhalli), menghiasi diri dengan prilaku yang luhur dan adiluhung (tahalli), dan terakhir dengan bertumpu pada takhalli dan tahalli, sampailah hati dan jiwa ke hadirat Tuhan, atau  Tuhan hadir dalam diri kita (tajalli). Melalui puasa pula, seorang Muslim diajari untuk mengendalikan praktik hidup hedonistik atau mengejar kesenangan indrawi semata.</p>
<p>Tugas kita sekarang adalah bagaimana mereformasi atau memformat ulang sikap mental yang memang tidak pantas berada dalam benak setiap umat muslim. Berbagai sikap mental negatif harus kita sadari dan dibuang jauh-jauh, sedangkan sikap mentalitas yang positif harus dipertahankan dan akan lebih baik lagi jika mentalitas sikap yang positif itu mampu ditularkan.</p>
<p>Sebagai manusia yang diciptakan untuk senantiasa progresif dan dinamis, sudah sewajarnya Ramadan dijadikan batu loncatan umat muslim untuk melakukan perubahan.</p>
<p>Tidak hanya terhadap pribadinya, tetapi kepada lingkungan, masyarakat dan bangsanya. Sehingga Ramadan yang telah dilalui dengan perjuangan yang tidak ringan dan tidak pula berat itu dapat bermakna di sebelas bulan berikutnya sebab nasib kita pada prinsipnya itu ditentukan oleh diri kita sendiri sesuai dengan yang telah difirmankan Allah SWT dalam QS Ar-Ra’d ayat 11.<br />
“Baginya (manusia) ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran, dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah.</p>
<p>Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia,”.<br />
Sehingga, saat bulan Ramadan, kita benar-benar menjadi umat muslim yang sejati yang benar-benar lahir menjadi pribadi-pribadi suci dan kesucian yang hanya didapatkan oleh orang-orang yang menghadapi berbagai ujian dan cobaan saat melakukan latihan sebulan penuh. Persoalannya, bagaimana menjaga kesucian tersebut.</p>
<p>Memang itu bukanlah sesuatu yang mudah dan itu juga bukanlah sesuatu yang sulit sejauh umat muslim tetap komit dengan ibadah yang dilakukan selama Ramadan. Harus penulis sadari, ini adalah tips dan masukan penulis yang mudah-mudah berfaedah bagi penulis secara pribadi dan umat muslim pada umumnya. Setidaknya ada dua hal penting yang dapat menjaga kesucian yang Insya Allah akan kita peroleh saat bulan Syawal dan hari kemenangan yaitu dengan mereformasi akhlak dengan upaya perbaikan diri.</p>
<p>Pertama, tetap giat melaksanakan apa yang telah diperintahkan oleh Allah SWT yang telah dikerjakan secara sungguh-sungguh di bulan Ramadan dan menjauhi apa yang telah dilarang-Nya. Kedua, berdoa agar Allah SWT memberikan keistiqomahan kepada kita untuk senantiasa menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Mengakhiri tulisan ini, sebelum lidah ini kelu dan sebelum tubuh ini membisu dan  Syawal  pun telah menjelma, izinkanlah penulis untuk mengucapkan, Taqabbalallahu minnaa wa minkum (Semoga Allah menerima dari kami dan darimu). Selamat hari raya Idul Fitri 1429 H. Mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah menerima amal penulis dan amal kita semua. Amin.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/putrabintan.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/putrabintan.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/putrabintan.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/putrabintan.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/putrabintan.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/putrabintan.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/putrabintan.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/putrabintan.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/putrabintan.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/putrabintan.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/putrabintan.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/putrabintan.wordpress.com/30/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/putrabintan.wordpress.com/30/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/putrabintan.wordpress.com/30/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putrabintan.wordpress.com&amp;blog=8506028&amp;post=30&amp;subd=putrabintan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://putrabintan.wordpress.com/2009/09/22/lebaran-momentum-reformasi-akhlak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c586e9d6baf523776421ce1f7380abd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">putrabintan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://putrabintan.files.wordpress.com/2009/09/untitled9.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">untitled9</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puasa, Upaya Meningkatkan Kualitas Iman</title>
		<link>http://putrabintan.wordpress.com/2009/09/10/puasa-upaya-meningkatkan-kualitas-iman/</link>
		<comments>http://putrabintan.wordpress.com/2009/09/10/puasa-upaya-meningkatkan-kualitas-iman/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2009 22:55:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>putrabintan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://putrabintan.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Secara sederhana, iman menurut ulama Ahlu Sunnah yaitu mengikrarkan dengan lisan, membenarkan dengan hati mengerjakan dengan anggota badan. Keimananlah yang menjadi motivator manusia untuk melakukan perbuatan. Keimanan dan amal adalah akidah dan syariat. Keduanya sambung menyambung dan saling berkesinambungan. Tanpa keimanan tidak  mungkin ada amal dan begitu juga sebaliknya. Tanpa keimanan tidak mungkin kita menjalankan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putrabintan.wordpress.com&amp;blog=8506028&amp;post=27&amp;subd=putrabintan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Secara sederhana, iman menurut ulama Ahlu Sunnah yaitu mengikrarkan dengan lisan, membenarkan dengan hati mengerjakan dengan anggota badan. Keimananlah yang menjadi motivator manusia untuk melakukan perbuatan.</p>
<p>Keimanan dan amal adalah akidah dan syariat. Keduanya sambung menyambung dan saling berkesinambungan. Tanpa keimanan tidak  mungkin ada amal dan begitu juga sebaliknya. Tanpa keimanan tidak mungkin kita menjalankan ibadah puasa dan bergembira ketika menyambut bulan Ramadan. Maka, beruntunglah orang-orang yang beriman. Orang-orang yang senantiasa menjalan apa yang diperintahkan-Nya dan menjauhi segala apa yang dilarang-Nya.<span id="more-27"></span></p>
<p>Melalui momentum ibadah puasa yang kita jalankan selama bulan Ramadan ada baiknya kita mengkaji kembali dan mengingat bagaimana kondisi kesehatan hati dan keimanan kita. Ada sedikit perbedaan antara iman dan hati. Iman seperti yang disabdakan oleh Rasulullah SAW dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Islam itu memiliki karakter fluktuatif (naik-turun), berkurang dan bertambah.</p>
<p>&#8220;Iman itu bisa bertambah dan bisa berkurang, maka perbaharuilah imanmu dengan Laa Ilaaha Illallah,&#8221; (H.R. Ibnu Islam). Sedangkan hati sebagai wadahnya memiliki karakater terbolak-balik dan tidak tetap. Dalam hal ini Rasulullah SAW juga pernah bersabda, &#8220;Ya Allah, Wahai Zat Yang Maha Membolak-balikkan, tetapkanlah hatiku di dalam dien-Mu dan didalam ketaatan pada-Mu,&#8221;.</p>
<p>Dalam pemaknaan yang lain, Rasulullah SAW ketika ditanyai malaikat Jibril terkait tentang iman, dia mengungkapkan, &#8220;Hendaklah engkau beriman kepada Allah, kepada Malaikat-Nya, kepada kitab-kitab-Nya, kepada utusan-utusan-Nya, kepada hari kiamat dan hendaklah engkau beriman kepada Qadar yang baik dan buruk,&#8221; (H.R. Muslim).</p>
<p>Beruntunglah orang yang Beriman</p>
<p>Dalam menyelingi ibadah puasa di bulan Ramadan ini, tentunya kita sangat gencar menjalankan aktifitas ibadah seperti salat wajib berjamaah di masjid, salat tarawih, tadarus, bersedekah, zakat dan aktifitas ibadah lainnya. Tanpa keimanan tidak mungkin ibadah itu kita lakukan. Beruntunglah orang-orang yang demikian dan sebaliknya merugilah orang-orang yang tidak memanfaatkan bonus-bonus yang telah Allah SWT hamparkan selama bulan Ramadan ini.</p>
<p>Setidaknya ada dua keberuntungan yang Allah SWT janjikan kepada orang-orang yang beriman. Pertama, Allah SWT memberikan garansi (jaminan) surga kepada orang yang beriman seperti yang dikatakan-Nya dalam QS; 2: 25, &#8220;Berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebaikan bahwasanya mereka itu akan memperoleh surga yang dibawahnya mengalir beberapa sungai,&#8221;.</p>
<p>Kedua, Allah SWT akan melimpahkan ketenangan hati kepada. Ini juga bisa dikatakan sebagai sebuah ciri. Orang yang beriman tidak pernah merasa gelisah dalam menghadapi ujian, cobaan dan tantangan dalam hidup ini. Semangatnya justru menggebu-gebu ketika dihadapkan dengan ujian dan cobaan tersebut. Dalam hal ini, Allah SWT juga telah berfirman,    &#8220;Sesungguhnya orang-orang yang beriman  dan beramal shalih maka Tuhan yang Maha Pengasih akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang,&#8221; (QS. 19: 96).</p>
<p>Menjaga Stabilitas Iman</p>
<p>Seperti yang sudah disebutkan di atas tadi, iman itu dapat berkurang dan bertambah. Persoalannya, bagaimana kita menjaga stabilitas iman? Pertanyaan ini harus segera dijawab sebelum bulan Ramadan berakhir karena menurut saya, puasa pada bulan Ramadan ini adalah momentum yang pas untuk meningkatkan kualitas iman. Kalau pada bulan-bulan sebelumnya mungkin aktivitas ibadah yang kita lakukan relatif sedikit, tetapi dengan datangnya bulan Ramadan secara kuantitas aktivitas ibadah yang kita jalankan menjadi banyak dan alangkah lebih baik lagi ibadah yang dilakukan itu memiliki nilai kualitas dengan meningkatkan ilmu dan pemahaman terhadap ibadah yang dilakukan.</p>
<p>Apalagi pasca Ramadan, mungkin tidak satu orang pun di dunia ini yang ingin menjadi lilin. Sengaja saya umpamakan lilin karena semangat ibadah puasa kita justru cenderung terang-benderang di saat lilin pertama kali dihidupkan. Akan tetapi, ketika Ramadan usai seolah-olah ibadah kita redup seperti lilin yang awalnya terang namun padam dimakan oleh waktu.</p>
<p>Hanya sebagian umat Islam saja yang mampu bertahan dan menjaga stabilitas keimanannya pada sebelas bulan ke depan. Padahal, kalau dimaknai lebih jauh datangnya bulan Ramadan adalah upaya untuk memperbaiki diri dan iman sebelas bulan ke depan. Tentunya kita tidak ingin ibadah kita sia-sia begitu saja.</p>
<p>Namun, sebelum menjawab bagaimana kita menjaga stabilitas iman, penulis mengajak pembaca sekalian untuk merenungi penyebab berkurangnya keimanan. Menurut Dr. Faishal Al-Hulaibi (2007; 21-42) ada sembilan hal yang menyebabkan melemahnya iman antara lain tiada penjagaan terhadap iman, jahil terhadap jannah dan janji-janji Allah, merasa jauh dari azab dunia dan meremehkan azab akhirat, panjang angan-angan, memaksakan diri dalam beribadah, membuat hal-hal baru dalam agama, tidak memahami marifatullah dengan benar, meremehkan dosa-dosa kecil dan lalai mengintropeksi diri.</p>
<p>Dengan demikian, dapatlah kita simpulkan bahwa upaya menjaga stabilitas keimanan adalah suatu yang harus kita lakukan dengan berhati-hati menjalankan ibadah serta ikhlas dalam menjalankannya. Selain itu, untuk menjaga stabilitas keimanan kita, kita harus senantiasa meningkatkan ketaatan dan kepatuhan kepada Allah SWT atas perintah-perintah-Nya dan menjalankan ibadah dengan penuh loyalitas dan konsisten menjalankanya dengan ilmu dan pemahaman yang kaffah (menyeluruh). Semoga Ramadan dan ibadah puasa kita saat ini mampu meningkatkan kualitas keberimanan kita semua. Amin.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/putrabintan.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/putrabintan.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/putrabintan.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/putrabintan.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/putrabintan.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/putrabintan.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/putrabintan.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/putrabintan.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/putrabintan.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/putrabintan.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/putrabintan.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/putrabintan.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/putrabintan.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/putrabintan.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putrabintan.wordpress.com&amp;blog=8506028&amp;post=27&amp;subd=putrabintan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://putrabintan.wordpress.com/2009/09/10/puasa-upaya-meningkatkan-kualitas-iman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c586e9d6baf523776421ce1f7380abd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">putrabintan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Persiapan Menghadapi Kematian</title>
		<link>http://putrabintan.wordpress.com/2009/08/04/persiapan-menghadapi-kematian/</link>
		<comments>http://putrabintan.wordpress.com/2009/08/04/persiapan-menghadapi-kematian/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 02:43:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>putrabintan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://putrabintan.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Secerdas-cerdas manusia adalah manusia yang selalu mengingat akan mati. Demikian ungkap baginda nabi dan rasul termulia Nabi Muhammad SAW ketika menjawab pertanyaan sahabat tentang orang yang cerdas atau pintar. Kalau ditilik lebih jauh hadis ini, tak perlulah kita meragukannya bahwa hakikat kehidupan adalah untuk ibadah kepada Allah SWT dan sebagai manusia yang beriman sudah semestinya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putrabintan.wordpress.com&amp;blog=8506028&amp;post=25&amp;subd=putrabintan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Secerdas-cerdas manusia adalah manusia yang selalu mengingat akan mati. Demikian ungkap baginda nabi dan rasul termulia Nabi Muhammad SAW ketika menjawab pertanyaan sahabat tentang orang yang cerdas atau pintar. Kalau ditilik lebih jauh hadis ini, tak perlulah kita meragukannya bahwa hakikat kehidupan adalah untuk ibadah kepada Allah SWT dan sebagai manusia yang beriman sudah semestinya kita meyakini kematian yang datang tidak mengenal waktu dan dimanapun kita berada. Ketika Allah SWT berkehendak untuk mencabut nyawa ketika itulah usai sudah amal-amal yang kita kerjakan kecuali tiga hal yaitu amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang saleh yang mendoakan kedua orangtuanya ketika berada di alam akhirat sana.<span id="more-25"></span></p>
<p>Subhanallah, kita berharap kitalah orang-orang yang cerdas itu. Orang-orang yang senantiasa mengingat kematian. Lantas, pernahkan kita bertanya tentang persiapan apa yang telah kita lakukan untuk mengahadapi kematian? Renungi dan resapilah pertanyaan ini. Mestinya, bukan hanya asuransi atau harta warisan yang kita persiapkan tetapi bekal bagaimana kita dapat hidup daman dan terteram di akhirat kelak.</p>
<p>Bukankah Allah SWT telah berfirman dalam QS. Qaaf ayat 19, &#8220;Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya,&#8221;. Kematian adalah suatu kepastian. Masihkah kita larut dengan fatamorgana dan kesenangan-kesenangan yang memabukkan kita dunia. Dalam firman-Nya yang lain Allah SWT juga menegaskan, Katakanlah: &#8220;Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.&#8221; (QS. 62: 8). Lalu, sebenarnya apa yang membuat kita larut dan melupakan kematian?</p>
<p>Yang jelas, orang-orang yang melupakan kematian adalah orang-orang yang tidak percaya dan sudah mulai memudar kepercayaannya kepada Allah SWT sehingga dia lebih mencintai dunia daripada kehidupan atau alam setelah dunia ini akan berakhir dan orang-orang itu juga lupa bahwa hakikat hidup ini sebenarnya adalah sebuah ibadah. Sehingga Muadz Ibnu Jabal seorang sahabat Nabi mengingatkan kepada kita semua bahwa ia bahagia hidup di dunia dengan tiga hal. Pertama, berpuasa pada hari puasa. Kedua, melakukan qiyamulail. Ketiga, ikut serta bersama majelis ilmu.</p>
<p>Luar biasa dan menakjubkan. Kendati demikian, bukan berarti kita meninggalkan kehidupan dunia sama sekali karena Rasullullah SAW telah mengajarkan konsep tawazun (keseimbangan) dalam menjalan aktivitas antara dunia dan akhirat antara aktivitas penyehatan ruhani dan jasmani.</p>
<p>Kemudian, setidaknya ada tiga hal yang membuat kita akan selalu mengingat kematian. Pertama, sering berziarah kubur. Kedua, membaca Alquran dan mentabburinya (memaknai secara mendalam setiap ayat yang dibaca). Ketiga, bergaul dengan orang-orang yang salah yang selalu ingat akan kematian. Selayaknya orang yang ingin pergi berkemah atau berpergian ke luar kota maka orang tersebut harus mempersiapkan bekal dan apa saja bekal yang perlu dipersiapkan oleh seorang muslim dalam rangka menghadapi kematian yang datangnya tidak disangka-sangka.</p>
<p>Ada enam bekal minimal yang harus kita lengkapi dalam setiap gerak-gerik kita. Pertama, ikhlas dalam beramal. Kedua, memperbanyak sujud. Ketiga, memperbanyak zikir. Keempat, memendekkan angan-angan dalam dunia. Kelima, memperbarui taubat setiap waktu. Keenam, mengembalikan hak kepada yang dimilikinya. Tidak rindukah kita dengan surga yang dijanjikan Allah SWT yang digambarkan Allah SWT dalam setiap firman-Nya bahwa surga itu indah dan mengalir air di dalamnya?</p>
<p>Itulah sebabnya, dengan mengedepankan konsep tawazun dalam kehidupan ini. Sudah saatnya kita berpikir terus beramal seolah-olah kita akan hidup 1000 tahun lagi dan berhenti berbuat maksiat karena kematian akan datang detik atau esok hari. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan yang terbaik untuk kita. Amin.</p>
<p>v</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/putrabintan.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/putrabintan.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/putrabintan.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/putrabintan.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/putrabintan.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/putrabintan.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/putrabintan.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/putrabintan.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/putrabintan.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/putrabintan.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/putrabintan.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/putrabintan.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/putrabintan.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/putrabintan.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putrabintan.wordpress.com&amp;blog=8506028&amp;post=25&amp;subd=putrabintan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://putrabintan.wordpress.com/2009/08/04/persiapan-menghadapi-kematian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c586e9d6baf523776421ce1f7380abd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">putrabintan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Muda Kaya Raya, Mati Masuk Surga</title>
		<link>http://putrabintan.wordpress.com/2009/08/04/muda-kaya-raya-mati-masuk-surga/</link>
		<comments>http://putrabintan.wordpress.com/2009/08/04/muda-kaya-raya-mati-masuk-surga/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 02:37:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>putrabintan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://putrabintan.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Kaya saat usia tua, itu mah biasa. Kaya disaat usia muda itu baru luarrrrrrrrrrrrrrrr biasa. Demikian ungkap seorang teman saya ketika menawarkan sebuah produk MLM yang dia geluti selama bertahun-tahun. Kalau dipikir-pikir memang yang diucapkannya itu bisa dikatakan benar 100 persen. Dengan kekayaan tersebut kita bisa membahagiakan siapapun orang-orang yang kita sayangi dan kasihi di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putrabintan.wordpress.com&amp;blog=8506028&amp;post=23&amp;subd=putrabintan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kaya saat usia tua, itu mah biasa. Kaya disaat usia muda itu baru luarrrrrrrrrrrrrrrr biasa. Demikian ungkap seorang teman saya ketika menawarkan sebuah produk MLM yang dia geluti selama bertahun-tahun. Kalau dipikir-pikir memang yang diucapkannya itu bisa dikatakan benar 100 persen. Dengan kekayaan tersebut kita bisa membahagiakan siapapun orang-orang yang kita sayangi dan kasihi di usia muda. Sebut saja, ibu-bapak, kakak-adik, tante-oom dan orang-orang terdekat kita yang lainnya.</p>
<p>Muda kaya raya adalah motivasi yang cukup baik. Mengapa penulis katakan cukup baik? Ya, itu bisa memotivasi kita untuk menghargai dan memaksimalkan  waktu yang telah diberikan Allah SWT kepada kita semua untuk berlomba-lomba mengais rezeki. Namun, dalam konteks keimanan tentu kita mempunyai cita-cita lain selain kaya. Kaya saja tidak cukup. Bagi orang-orang yang beriman kaya saja tidak cukup, tetapi bagaimana dengan kekayaannya itu dia bisa masuk surga. Terkadang, ada orang muda yang mendapatkan amanah kekayaan itu tetapi dia sombong dengan kekayaannya itu.</p>
<p>Mudah-mudahan kita tidak termasuk orang yang seperti ini karena telah melupakan bahkan mengabaikan campur tangan Allah SWT sang sutradara hidup dan kehidupan di dunia-akhirat. Dengan kata lain, Allah SWT mewajibkan kita untuk kaya. Akan tetapi, jangan sampai dengan kekayaan itu kita lupa kepada-Nya yang telah memberikan berbagai kenikmatan dan kelezatan hidup di dunia.</p>
<p>Dalam hal ini Allah SWT telah berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 111, &#8220;Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar&#8221;.</p>
<p>Jelas Allah SWT telah mengatakan bahwa Allah membeli jiwa dan harta. Walau harta disebutkan yang kedua tapi disini semacam ada kewajiban dan perintah dari Allah SWT yang mewajibkan umat-Nya untuk kaya dan Allah SWT menjamin orang-orang yang kaya masuk surga dengan catatan mereka membelanjakan hartanya hanya untuk beribadah kepada-Nya dengan menolong sesama umat yang membutuhkannya.</p>
<p>Bahkan dalam QS. As-Saff ayat 11, &#8220;(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui&#8221;. Dengan tegas disini Allah SWT menerangkan bahwa bermimpi dan mewujudkan kekayaan itu adalah sebuah keharusan dan satuhal yang perlu dicatat bahwa kekayaan itu adalah amanah yang diberikan Allah SWT kepada umatnya untuk berjihad di jalan Allah, bukan untuk berfoya-foya karena Allah SWT sangat membenci orang-orang yang diamanahi kekayaan tapi dihabiskan untuk hal yang tidak berfaedah.</p>
<p>Dengan kata lain, Allah SWT membenarkan bahkan mewajibkan umatnya untuk kaya dengan syarat. Pertama, memperoleh harta dengan yang baik. Kedua, harta tidak boleh membuat pemiliknya sombong. Ketiga, harta tersebut menjadi fasilitas untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Keempat, fasilitas untuk silaturahim dan kelima alat berjuang untuk menegakkan agama Islam di muka bumi ini.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/putrabintan.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/putrabintan.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/putrabintan.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/putrabintan.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/putrabintan.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/putrabintan.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/putrabintan.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/putrabintan.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/putrabintan.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/putrabintan.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/putrabintan.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/putrabintan.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/putrabintan.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/putrabintan.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putrabintan.wordpress.com&amp;blog=8506028&amp;post=23&amp;subd=putrabintan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://putrabintan.wordpress.com/2009/08/04/muda-kaya-raya-mati-masuk-surga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c586e9d6baf523776421ce1f7380abd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">putrabintan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Catatan Perjalanan Tabloid Kemilau Melayu 2</title>
		<link>http://putrabintan.wordpress.com/2009/07/25/catatan-perjalanan-tabloid-kemilau-melayu-2/</link>
		<comments>http://putrabintan.wordpress.com/2009/07/25/catatan-perjalanan-tabloid-kemilau-melayu-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jul 2009 10:07:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>putrabintan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://putrabintan.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Bukit Senumbing, Batu Sindu dan Pemandangan Indah Sore Itu Siang itu, kru Tabloid Kemilau Melayu istirahat sejenak sembari makan siang di salah satu rumah makan Padang di Ranai, Kabupaten Natuna. Inilah awal Kemilau Melayu &#8220;memburu&#8221; berita-berita sejarah dan budaya Melayu di Natuna yang sangat banyak memendam sejarah keresidenan dan datuk kaya yang dulunya &#8220;merajai&#8221; pusat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putrabintan.wordpress.com&amp;blog=8506028&amp;post=18&amp;subd=putrabintan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bukit Senumbing, Batu Sindu dan Pemandangan Indah Sore Itu</strong></p>
<p>Siang itu, kru Tabloid Kemilau Melayu istirahat sejenak sembari makan siang di salah satu rumah makan Padang di Ranai, Kabupaten Natuna. Inilah awal Kemilau Melayu &#8220;memburu&#8221; berita-berita sejarah dan budaya Melayu di Natuna yang sangat banyak memendam sejarah keresidenan dan datuk kaya yang dulunya &#8220;merajai&#8221; pusat pemerintahan dan ekonomi di Natuna atau lebih dikenal dengan pulau Tujuh (sevent island).<img class="alignright size-full wp-image-20" title="Foto Catatan Perjalanan 2" src="http://putrabintan.files.wordpress.com/2009/07/foto-catatan-perjalanan-21.jpg?w=294&#038;h=220" alt="Foto Catatan Perjalanan 2" width="294" height="220" /></p>
<p>Usai menikmati makan siang, kami menginap di salah satu penginapan yang tak jauh dari Bandara Ranai. Meletakkan barang bawaan yang cukup banyak dan menarik nafas ditengah cuaca yang sedang panas saat itu sembari memikirkan untuk aktifitas sore harinya. &#8220;Kita ke pantai senumbing aja sore nanti,&#8221; kata Amdad rekan kami Biro Natuna.</p>
<p>Apa yang menarik di Pantai Senumbing? Rasanya sudah tak sabar menunggu sore. Selepas menunaikan ibadah salat Asar, kami pun berangkat ke Bukit Senumbing. Lokasinya mudah dicapai karena lebih kurang 3 kilo meter dari kota Ranai. Untuk menuju ke lokasi bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Sekitar limabelas menit kami tiba di lokasi. <span id="more-18"></span></p>
<p>Sangat menakjubkan. Dari bukit senumbing kami melihat &#8220;jerawat&#8221; atau yang lebih akrab dikenal batu sindu oleh masyarakat Natuna. Tampak dibibir pantai dan sekitar bukit dipenuhi dengan batu sindu. Menurut penduduk setempat, batu  sindu memiliki kisah legenda. Tentang kisah sepasang kekasih yang terpisah oleh dua tempat yakni Tanjung Datuk dan Bukit Senumbing. Namun,  sangat disayangkan legenda tersebut tidak tuntas dipaparkan dan masih ditelisik lebih jauh kebenarannya. Konon, sepasang kekasih tersebut tidak direstui hubungannya dan disumpah. Masyarakat setempat pantang untuk mengucapkan Tanjung Datuk. Diyakini, ketika kalimat tersebut diungkapkan maka badai pun akan datang di kawasan itu.</p>
<p>Tak terasa, sudah setengah jam atau 30 menit kami duduk di bukit Senumbing menikmati pemandangan indah sore itu sembari menduduki batu sindu yang berada di puncak bukit. Dan kami pun bergegas pulang ke penginapan sebelum magrib tiba.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/putrabintan.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/putrabintan.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/putrabintan.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/putrabintan.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/putrabintan.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/putrabintan.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/putrabintan.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/putrabintan.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/putrabintan.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/putrabintan.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/putrabintan.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/putrabintan.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/putrabintan.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/putrabintan.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putrabintan.wordpress.com&amp;blog=8506028&amp;post=18&amp;subd=putrabintan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://putrabintan.wordpress.com/2009/07/25/catatan-perjalanan-tabloid-kemilau-melayu-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c586e9d6baf523776421ce1f7380abd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">putrabintan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://putrabintan.files.wordpress.com/2009/07/foto-catatan-perjalanan-21.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Foto Catatan Perjalanan 2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Generasi Memble Tanggungjawab Generasi Mapan</title>
		<link>http://putrabintan.wordpress.com/2009/07/13/generasi-memble-tanggungjawab-generasi-mapan/</link>
		<comments>http://putrabintan.wordpress.com/2009/07/13/generasi-memble-tanggungjawab-generasi-mapan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Jul 2009 16:37:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>putrabintan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://putrabintan.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[OLEH: R.DACHRONI &#8220;Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar,&#8221; (QS.An-Nisa: 9) Renungkanlah surat An-Nisa ayat 9 ini. Setidaknya ada tiga hal yang dapat saya tangkap. Pertama, ketakutan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putrabintan.wordpress.com&amp;blog=8506028&amp;post=15&amp;subd=putrabintan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>OLEH: R.DACHRONI</p>
<p><strong><em>&#8220;Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar</em></strong>,&#8221; (QS.An-Nisa: 9)</p>
<p><img class="alignright size-full wp-image-16" title="R. Dachroni" src="http://putrabintan.files.wordpress.com/2009/07/r-dachroni1.jpg?w=131&#038;h=145" alt="R. Dachroni" width="131" height="145" />Renungkanlah surat An-Nisa ayat 9 ini. Setidaknya ada tiga hal yang dapat saya tangkap. Pertama, ketakutan seorang muslim hanyalah kepada Allah SWT. Kedua, adanya generasi lemah atau generasi memble seperti judul yang saya tulis. Ketiga, tanggungjawab generasi mapan atau generasi-generasi beriman terhadap generasi-generasi memble seperti yang penulis maksud.</p>
<p>Ya, terus terang di tengah kondisi bangsa yang diselimuti sejuta permasalahan. Di tengah kondisi bangsa yang dililit sejuta bencana. Di tengah beragam kecacatan moral para pemuda saat ini, kita seolah-olah lupa atau sengaja melupakan bahwa dibelakang kita masih banyak generasi-generasi yang hilang semangat hidupnya. Generasi yang tidak sadar dengan kemampuan yang dianugrahkan Tuhan kepadanya. Mau jadi apa bangsa ini?<span id="more-15"></span></p>
<p>Sementara itu, manusia atau generasi mapan lainnya sibuk dengan aktivitas individualnya. Cap makhluk sosial (zoon politicon) tampaknya hanya stempel belaka. Paham individualisme ada dimana-mana. Keberimanan dan ketakwaan hanya setakat ada pada beberapa individu dan beberapa individu yang penulis sebut sebagai generasi mapan itu tidak pula menularkan keberiman dan ketakwaan yang ada padanya. Dengan kata lain, ada semacam kecuekan oleh sebagian orang yang alim dan faqih terhadap sekelompok generasi yang lemah dan kebetulan belum mendapatkan hidayah untuk saleh.</p>
<p>Ini tentu berbahaya, bagi sebuah komunitas jamaah Islam yang tentunya memiliki cita-cita membumikan peradaban Islam. Artinya, hal ini menjadi tanggungjawab para aktivis yang senantiasa menyuarkan suara kebenaran untuk membina anggota-anggota yang ada dibawahnya baik itu dari aspek kontuinuitas agenda-agenda perekrutan maupun pembinaan kepada anggota-anggota yang sudah dikader atau direkrut.</p>
<p>Jangan sampai Allah SWT murka dan menggantikan kita dengan generasi-generasi lainnya untuk menggantikan kita karena kita lalai untuk mentransfer virus-virus keimanan dan ketakwaan karena kita merasa diposisi yang aman. Tentunya segala amal dan perbuatan kita tetap dipertanyakan dan itu berarti sama saja generasi yang saya sebut mapan itu tidak jauh berbeda dengan generasi memble karena gagal dan tak mampu mengupayakan generasi-generasi lemah menjadi generasi-generasi yang kokoh dan taat kepada agamnya.</p>
<p>Selanjutnya Allah SWT lah yang mengatur segala sesuatunya dan renungilah ayat yang penulis kutip dari QS Al-Maidah ayat 54 ini;</p>
<p><strong><em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui,&#8221; (QS. Al-Maidah; 54)</em></strong></p>
<p>Semua berharap, kitalah generasi-generasi yang tidak murtad dan generasi-generasi yang senantiasa memikirkan umat dan pemberi solusi karena pada hakikatnya hidup ini jelas kanan dan kirinya, halal dan haramnya, sehingga menimbulkan dua tipologi jenis manusia satu manusia yang senantiasa memberikan solusi atau manusia yang merupakan bagian dari masalah terhadap solusi-solusi yang ada. Itulah sebabnya, generasi memble sebagai kutub negatif merupakan tanggungjawab generasi mapan untuk menarik generasi-generasi memble itu menjadi generasi-generasi yang mapan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/putrabintan.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/putrabintan.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/putrabintan.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/putrabintan.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/putrabintan.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/putrabintan.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/putrabintan.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/putrabintan.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/putrabintan.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/putrabintan.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/putrabintan.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/putrabintan.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/putrabintan.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/putrabintan.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putrabintan.wordpress.com&amp;blog=8506028&amp;post=15&amp;subd=putrabintan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://putrabintan.wordpress.com/2009/07/13/generasi-memble-tanggungjawab-generasi-mapan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c586e9d6baf523776421ce1f7380abd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">putrabintan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://putrabintan.files.wordpress.com/2009/07/r-dachroni1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">R. Dachroni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Catatan Perjalanan Kemilau Melayu ke Natuna</title>
		<link>http://putrabintan.wordpress.com/2009/07/12/catatan-perjalanan-kemilau-melayu-ke-natuna/</link>
		<comments>http://putrabintan.wordpress.com/2009/07/12/catatan-perjalanan-kemilau-melayu-ke-natuna/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2009 01:44:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>putrabintan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan Perjalanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://putrabintan.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Kaca Helm &#8220;Wajib&#8221; Dibuka Selasa (9/6) tepat pukul 11.00 Waktu Indonesia Barat (WIB) Kru Tabloid Kemilau Melayu berada di bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang. Antara jadi dan tidak kami menunggu tiket pesawat RAL (Riau Airlines) menuju ke Ranai, Kabupaten Natuna yang di cancel. Alhamdulillah, tepat pukul 12.00 WIB setelah satu jam kami menunggu, kami [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putrabintan.wordpress.com&amp;blog=8506028&amp;post=12&amp;subd=putrabintan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Kaca Helm &#8220;Wajib&#8221; Dibuka</strong></p>
<p><img class="alignright size-full wp-image-13" title="Ranai, ibukota Kabupaten Natuna foto untuk catatan perjalanan" src="http://putrabintan.files.wordpress.com/2009/07/ranai-ibukota-kabupaten-natuna-foto-untuk-catatan-perjalanan.jpg?w=424&#038;h=318" alt="Ranai, ibukota Kabupaten Natuna foto untuk catatan perjalanan" width="424" height="318" />Selasa (9/6) tepat pukul 11.00 Waktu Indonesia Barat (WIB) Kru Tabloid Kemilau Melayu berada di bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang. Antara jadi dan tidak kami menunggu tiket pesawat RAL (Riau Airlines) menuju ke Ranai, Kabupaten Natuna yang di cancel. Alhamdulillah, tepat pukul 12.00 WIB setelah satu jam kami menunggu, kami dipanggil oleh agen tiket RAL yang ada di bandara. &#8220;Ada yang cancel nih,&#8221; kata agen tiket itu.</p>
<p>Akhirnya, jadi juga berangkat ke Ranai, ibukota kabupaten Natuna. Secara kebetulan kru Tabloid Kemilau Melayu juga berangkat bersama Sanggar Langkadura dan tim Paskibraka Kabupaten Natuna yang pulang menuju Natuna. Sekitar 1 jam lewat lima menit kami pun tiba di bandara Ranai.</p>
<p>Karena penumpang saat itu cukup ramai, kami pun berdesak-desakan menuju pintu keluar. Bagasi barang-barang tampak padat dengan tas-tas serta oleh-oleh yang dibawa penumpang dari Tanjungpinang. Kami pun langsung menghubungi biro kami di Natuna. Rekan kami Amdad menjemput kami. <span id="more-12"></span></p>
<p>Ada hal yang cukup unik ketika kami dibonceng. Hingga menuju gerbang bandara ada penjaga pintu gerbang yang sepertinya menggunakan pakaian angkatan udara, tapi kami tak tahu persis penjaga itu apakah angkatan atau petugas bandara. Tiba-tiba saja, Amdad biro kami di Natuna itu menyebutkan kepada kami untuk membuka kaca helm kalau tidak kami akan dipanggil.</p>
<p>&#8220;Buka kaca helmnya bang, kalau tidak kita dipanggil sama penjaga itu,&#8221;  ungkap Amdad kepada kami. Menurutnya, ketika melewati pintu gerbang membuka kaca helm adalah sesuatu yang &#8220;wajib&#8221;. Inila hari pertama kisah unik Tabloid Kemilau Melayu ketika menapaki jejak di Ranai, masih banyak kisah-kisah lain yang akan kami ceritakan di edisi berikutnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/putrabintan.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/putrabintan.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/putrabintan.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/putrabintan.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/putrabintan.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/putrabintan.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/putrabintan.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/putrabintan.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/putrabintan.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/putrabintan.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/putrabintan.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/putrabintan.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/putrabintan.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/putrabintan.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putrabintan.wordpress.com&amp;blog=8506028&amp;post=12&amp;subd=putrabintan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://putrabintan.wordpress.com/2009/07/12/catatan-perjalanan-kemilau-melayu-ke-natuna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c586e9d6baf523776421ce1f7380abd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">putrabintan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://putrabintan.files.wordpress.com/2009/07/ranai-ibukota-kabupaten-natuna-foto-untuk-catatan-perjalanan.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Ranai, ibukota Kabupaten Natuna foto untuk catatan perjalanan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengawal Janji SBY-Boediono</title>
		<link>http://putrabintan.wordpress.com/2009/07/11/mengawal-janji-sby-boediono/</link>
		<comments>http://putrabintan.wordpress.com/2009/07/11/mengawal-janji-sby-boediono/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 16:34:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>putrabintan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Politik Pemerintahan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://putrabintan.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[OLEH: R. DACHRONI Pilpres satu putaran, tampaknya tak sekedar slogan di iklan. Berdasarkan hasil quick count dari berbagai lembaga survei menunjukkan tingkat perolehan suara SBY-Boediono melesat begitu tajam mencapai 60 persen lebih suara menyaingi rivalnya Mega-Prabowo dan Jusuf Kalla-Wiranto. Kita memang berharap, semua pihak dapat berlapang dada menerima hasil quick acount (hitung cepat) yang dapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putrabintan.wordpress.com&amp;blog=8506028&amp;post=10&amp;subd=putrabintan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>OLEH: R. DACHRONI</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-9" title="R. Dachroni" src="http://putrabintan.files.wordpress.com/2009/07/r-dachroni.jpg?w=131&#038;h=145" alt="R. Dachroni" width="131" height="145" />Pilpres satu putaran, tampaknya tak sekedar slogan di iklan. Berdasarkan hasil quick count dari berbagai lembaga survei menunjukkan tingkat perolehan suara SBY-Boediono melesat begitu tajam mencapai 60 persen lebih suara menyaingi rivalnya Mega-Prabowo dan Jusuf Kalla-Wiranto. Kita memang berharap, semua pihak dapat berlapang dada menerima hasil quick acount (hitung cepat) yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah ini. Apalagi tidak hanya satu lembaga survei saja yang menyebutkan kemenangan SBY-Boediono. Namun, tugas rakyat ternyata tidak hanya berhenti saat pemilihan saja. Ada tugas lain yang muncul pasca pilpres ini khususnya wakil rakyat yang telah terpilih yaitu mengawal janji politik dan mengawasi kinerja kabinet SBY-Boediono kelak.</p>
<p>Sebelum pilpres berlangsung, ada sembilan topik sentral yang dijanjikan SBY-Boediono ke masyarakat antara lain pertumbuhan ekonomi, ekonomi dan kesejahteraan rakyat,  pendidikan, tenaga kerja, pertanian, penegakan hukum, HAM dan pemerintahan. Janji-janji tersebut saya rasa cukup realistis dan masyarakat lima tahun kepemimpinan SBY-Boediono benar-benar dapat terealisasi tak sebatas janji karena janji adalah hutang dan hutang wajib untuk dilunasi sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Maidah ayat 1, &#8220;Wahai orang-orang yang beriman tepatilah janji-janji&#8221;. <span id="more-10"></span></p>
<p>Sebagai masyarakat,  tentunya kita semua berharap SBY-Boediono tidak  mengecewakan masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada mereka untuk memimpin negeri ini lima tahun ke depan dengan senantiasa memegang teguh amanah rakyat, berparadigma pelayan sehingga SBY-Boediono tidak congkak saat memimpin dan bertanggungjawab penuh dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai presiden dan wakil presiden.</p>
<p>Untuk pengetahuan kita bersama,  hal pertama sekali yang menjadi titik tekan pada janji  SBY-Boediono adalah pertumbuhan ekonomi. Janjinya cukup realistis yaitu pertumbuhan ekonomi ditargetkan mencapai tujuh persen pada akhir tahun 2014. Kedua, ekonomi dan kesejahteraan rakyat pasangan yang diusung partai-partai yang lahir pada era reformasi ini berjanji akan melakukan Kecukupan dan ketahanan pangan, kecukupan sandang dan papan, peningkatan penghasilan dan daya beli, peningkatan kualitas kesehatan, penciptaan lapangan kerja, menjamin rasa aman, melanjutkan BLT, mempertahankan subsidi BBM, mengurangi subsidi yang tidak tepat sasaran, optimalisasi belanja negara, tidak menjual asset negara dan meningkatkan pendapatan dari pajak dan migas.</p>
<p>Ketiga, pendidikan. SBY-Boediono berjanji akan meningkatkan kualitas pendidikan, pemerataan pendidikan, distribusi anggaran pendidikan secara proporsional, meningkatkan kesejahteraan guru dan dosen serta mempertahankan kebijakan ujian nasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan serta SDM.</p>
<p>Keempat tentang janjinya untuk tenaga kerja adalah revisi UU ketenagakerjaan, pertemuan bipartit antara pengusah dan buruh sebelum melibatkan pemerintah, jaminan untuk buruh, meningkatkan semangat kewirausahaan, bantuan usaha untuk pemuda dan kredit bank untuk rakyat terutama kaum perempuan.</p>
<p>Janjinya yang kelima adalah soal pertanian. Pasangan SBY-Boediono berjanji akan  Menaikkan anggaran pertanian, subsidi benih dan pupuk, swasembada untuk kecukupan pangan, pangan menjadi prioritas pertama untuk meningkatkan kesejahteraan, menaikkan harga hasil panen petani,  meningkatkan produktivitas pertanian dan mempertahankan dan meningkatkan swasembada pertanian.</p>
<p>Keenam, terkait dengan penegakan hukum. Ada tiga item yang SBY-Boediono janjikan yaitu Reformasi hukum, penegakkan hukum yang adil, transparan dan tidak pandang bulu, membangun budaya hukum di masyarakat. Memang sepertinya ini masih terlalu normatif, tetapi setidaknya SBY telah membuktikan dengan dikerangkengnya Aulia Pohan yang merupakan besannya.</p>
<p>Lalu soal HAM sebagai point ketujuh janji SBY-Boediono dia menyebutkan ada empat hal yang akan dia bangun yaitu keadilan tanpa diskriminasi, menjamin kebebasan dan hak asasi, melindungi kaum perempuan dan anak dan politik nondiskriminatif.</p>
<p>Delapan SBY-Boediono berjanji dalam hal pemerintahan. Cita-citanya ingin mewujudkan good governance dan clean governance dengan melakukan upaya reformasi birokrasi, pengawasan dan pencegahan dan meningkatkan kemampuan pejabat. Dengan kata lain, SBY-Boediono sangat membutuhkan birokrat-birokrat yang handal, bersih dan peduli untuk menciptakan pemerintahan yang paripurna.</p>
<p>Terakhir adalah janjinya tentang pertahanan dan keamanan. Ada dua hal yang SBY-Boediono janjikan yaitu meningkatkan anggaran pertahanan secara bertahap dan memenuhi kekuatan dasar minimal TNI. Memang terlalu simple menurut saya, tetapi tak masalah asalkan dua janji ini terealisasi saya yakin negara tetangga tak mudah untuk mengobrak-abrik bangsa ini apalagi sampai melecehkan seperti tingkah laku Malaysia yang bermain-main di wilayah perbatasan Indonesia.</p>
<p>Kemudian, marilah janji-janji ini bersama kita kawal menuju Indonesia yang lebih baik, sejahtera karena harapan untuk bangkit itu selalu ada.</p>
<p>*Ketua Departemen Kebijakan Publik Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Kepulauan Riau</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/putrabintan.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/putrabintan.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/putrabintan.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/putrabintan.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/putrabintan.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/putrabintan.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/putrabintan.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/putrabintan.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/putrabintan.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/putrabintan.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/putrabintan.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/putrabintan.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/putrabintan.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/putrabintan.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putrabintan.wordpress.com&amp;blog=8506028&amp;post=10&amp;subd=putrabintan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://putrabintan.wordpress.com/2009/07/11/mengawal-janji-sby-boediono/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c586e9d6baf523776421ce1f7380abd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">putrabintan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://putrabintan.files.wordpress.com/2009/07/r-dachroni.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">R. Dachroni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Reposisi Gerakan Mahasiswa</title>
		<link>http://putrabintan.wordpress.com/2009/07/11/reposisi-gerakan-mahasiswa/</link>
		<comments>http://putrabintan.wordpress.com/2009/07/11/reposisi-gerakan-mahasiswa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jul 2009 16:15:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>putrabintan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gerakan Mahasiswa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://putrabintan.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[OLEH: R. Dachroni Pasca reformasi 1998, gerakan mahasiswa sepertinya bebas dan lepas menyampaikan aspirasinya melalui aksi demontrasi. Itulah barangkali kenikmatan yang diperoleh mahasiswa saat ini dan sadar atau tidak masyarakat dan mahasiswa telah berutang budi kepada mahasiswa 98 yang telah memperjuangkan reformasi. Namun, benarkah gerakan mahasiswa itu identik dengan aksi demontrasi? Faktanya, hampir setiap persoalan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putrabintan.wordpress.com&amp;blog=8506028&amp;post=7&amp;subd=putrabintan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>OLEH: R. Dachroni</p>
<p>Pasca reformasi 1998, gerakan mahasiswa sepertinya bebas dan lepas menyampaikan aspirasinya melalui aksi demontrasi. Itulah barangkali kenikmatan yang diperoleh mahasiswa saat ini dan sadar atau tidak masyarakat dan mahasiswa telah berutang budi kepada mahasiswa 98 yang telah memperjuangkan reformasi. Namun, benarkah gerakan mahasiswa itu identik dengan aksi demontrasi? <span id="more-7"></span></p>
<p>Faktanya, hampir setiap persoalan yang bermula dari kekeliruan pemerintah baik tingkat daerah maupun pusat dalam mengambil kebijakan</p>
<p>mahasiswa senantiasa menjadi garda terdepan untuk memperjuangkan nasib rakyat yang dizhalimi. Namun, melihat kondisi atau keadaan yang ada</p>
<p>patutlah kita bertanya, apakah konsep gerakan demonstrasi masih relevan dan elegan untuk menyelesaikan segala persoalan pemerintahan</p>
<p>yang begitu komplek?</p>
<p>Ada yang berpendapat, aksi demontrasi hanya membuang-buang energi dan tak berefek besar dalam kebijakan atau keputusan yang diambil oleh</p>
<p>pemerintah baik pusat maupun daerah saat ini. Itu relatif, tergantung darimana kita memandangnya. Minimal ada sekelompok orang yang telah</p>
<p>menyuarakan apa-apa yang memang patut disuarakan. Sebab Allah SWT juga telah menyebutkan dalam firman-Nya QS. Ali Imran ayat 104, &#8220;Dan</p>
<p>hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma&#8217;ruf dan mencegah dari yang munkar</p>
<p>merekalah orang-orang yang beruntung,&#8221;.</p>
<p>Orang-orang yang beruntung itu termasuk mahasiswa yang meneriakkan kebenaran. Disisi yang lain memang ada benarnya, terkadang aksi</p>
<p>demontrasi apalagi yang tidak terkelola dengan baik hanya membuat letih pelaku-pelakunya. Maknanya, mahasiswa perlu kembali merenung</p>
<p>dengan aksi atau gerakan yang dilakukannya. Tidak hanya setakat aksi demo, tetapi aksi-aksi riil di masyarakat seperti aksi sosial juga</p>
<p>perlu digencarkan.</p>
<p>Sebagai kaum intelektual dan muda, bergerak dan terus bergerak adalah karakter utama yang wajib dimiliki mahasiswa. Dengan kata lain,</p>
<p>gerakan mahasiswa harus berangkat dari niat dan keikhlasan yang lahir dari dorongan moralitas yang peka untuk menyelamatkan bangsa dari</p>
<p>penyelewengan reformasi. &#8220;Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa</p>
<p>yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya (3) karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan)</p>
<p>Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka</p>
<p>hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan,&#8221; (HR. Bukhari dan Muslim).</p>
<p>Hal ini bermakna, niat untuk demonstrasi mahasiswa harus benar-benar terjaga dan jauh dari titipan politik kaum tertentu, walau terkadang</p>
<p>isu yang diangkat sering dipolitisr oleh para elit politik yang tidak bertanggungjawab. Itulah sebabnya, melalui catatan ini wajarlah kalau</p>
<p>sebuah gerakan mahasiswa merenung kembali dengan konsep gerakan yang dimiliki.</p>
<p>Tidak cukup hanya sekedar demontrasi. Perlu ada amunisi-amunisi lain untuk menyuarakan suara rakyat dan suara semua kaum yang tertindas.</p>
<p>Reposisi (menata ulang kembali) gerakan mahasiswa adalah tawaran dari saya agar mahasiswa sebagai agent of change tidak dipandang sebelah</p>
<p>mata. Terkait dengan hal ini saya jadi teringat dengan apa yang dipesankan Sutan Syahrir di dalam bukunya perjuangan kita.</p>
<p>&#8220;Perjuangan kaum muda yang terpelajar haruslah membawa semangat kerakyatan. Supaya ia jangan merendah menjadi binatang berkelahi saja.</p>
<p>Ia harus dapat menjadi pemuda yang revolusioner, yaitu pemuda yang bercita-cita dan mempunyai kesadaran serta pengertian yang jernih</p>
<p>tentang duduk perjuangannya untuk rakyat kita serta kemanuasiaan pada umumnya&#8221; demikian kata Sutan Syahrir.</p>
<p>Namun, secara implisit perlu disadari bahwa kekuatan mahasiswa tidak hanya sebatas semangat. Akan tetapi, sebuah gerakan mahasiswa harus</p>
<p>menyadari dan memfasilitasi kader-kadernya untuk mengembalikan konsep gerakan dengan basis intektualitas yang dimilikinya.</p>
<p>Ada tiga trend gerakan yang patut menjadi perhatian gerakan mahasiswa kekinian. Pertama, tren/ model gerakan intelektualitas. Sebagai kaum</p>
<p>yang memiliki kecerdasan dan ketajaman  menganalisa suatu persoalan sudah saatnya kiblat pergerakan mahasiswa saat ini berbasis riset dan</p>
<p>kajian-kajian ilmiah karena salah satu wujud dari tridharma perguruan tinggi adalah pendidikan dan penelitian.</p>
<p>Kedua, tren / model gerakan jamaah atau pengkaderan. Bukan sebuah gerakan kalau tidak mampu melakukan proses pengkaderan sebab untuk</p>
<p>melakukan suatu perubahan diperlukan kerja-kerja berjamaah sebagaimana firman Allah SWT dalam QS As-Shaff ayat 4, &#8220;Sesungguhnya Allah</p>
<p>menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh,&#8221;.</p>
<p>Tren terakhir, ketiga, adalah tren atau model gerakan mahasiswa kewirausahaan. Tak bisa dipungkiri, cukup banyak aktivis dan gerakan</p>
<p>mahasiswa yang mengorbankan bahkan menjual idealismenya karena mengalami penyakit kanker (kantong kering). Sudah saatnya, dengan</p>
<p>kedua modal tren di atas gerakan mahasiswa harus memikirkan kondisi finansialnya dengan model pemberdayaan wirausaha. Cukup banyak peluang</p>
<p>yang bisa diambil dengan memanfaatkan kecerdasan intelektual dan pengkaderan itu adalah modal awal yang kemudian akan mengantarkan</p>
<p>gerakan mahasiswa menjadi gerakan yang benar-benar memiliki positioning bargaining yang cukup tinggi.</p>
<p>Dengan kata lain, konsep gerakan mahasiswa haruslah direposisi namun bukan berarti mengabaikan ciri khas mahasiswa yang ada saat ini yaitu</p>
<p>identik dengan aksi demontrasi. Aksi demontrasi sangat dibutuhkan, tetapi akan sulit rasanya jika dilakukan terus-terusan sementara</p>
<p>masalah yang dihadapi bangsa ini sedemikian kompleks. Kepada seluruh gerakan mahasiswa dan aktivis, tumbuhkanlah rasa kerisauan-kerisauan</p>
<p>sosial dan Sayyid Qutb (1981) pernah bertutur, &#8220;Jika kamu melihat sebuah kejahatan, lalu kemudian dirimu diam menyaksikan kejahatan itu,</p>
<p>maka pertanyakanlah moralmu!&#8221;</p>
<p>Memang ada benarnya yang disampaikan Sayyid Qutb, diamnya kita terhadap persoalan kemasyarakatan membuktikan kadar kepekaan sosial</p>
<p>kita sangat lemah. Marilah bergerak mahasiswa Indonesia, tuntaskan perubahan dan wujudkan cita-cita reformasi yang telah dideklarasikan</p>
<p>sebelas tahun yang lalu.</p>
<p>*Ketua Departemen Kebijakan Publik (KP) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim</p>
<p>Indonesia (KAMMI) Daerah Kepulauan Riau</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/putrabintan.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/putrabintan.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/putrabintan.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/putrabintan.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/putrabintan.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/putrabintan.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/putrabintan.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/putrabintan.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/putrabintan.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/putrabintan.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/putrabintan.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/putrabintan.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/putrabintan.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/putrabintan.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=putrabintan.wordpress.com&amp;blog=8506028&amp;post=7&amp;subd=putrabintan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://putrabintan.wordpress.com/2009/07/11/reposisi-gerakan-mahasiswa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c586e9d6baf523776421ce1f7380abd?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">putrabintan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
