Lebaran, Momentum Reformasi Akhlak

22 September 2009

OLEH: R. DACHRONI
Ketua Departemen Kebijakan Publik KAMMI Daerah Kepulauan Riau

untitled9Boleh percaya atau tidak, memasuki bulan Ramadan yang baru saja berlalu, cukup banyak sekali ibadah-ibadah yang jarang dilakukan sebelum Ramadan yang lazimnya relatif jarang dikerjakan telah kita lakukan untuk menambah bonus pahala yang Allah SWT janjikan. Nah, tanpa disadari kita telah mengakui bulan Ramadan adalah bulan yang menyadarkan umat muslim untuk berubah. Setelah berubah ke arah yang lebih baik, tentunya kita berharap perubahan yang baik itu dapat kita pertahankan.

Persoalannya mampukah kita mempertahankan perbuatan-perbuatan suci yang secara aktif kita lakukan pada bulan Ramadan. Misalnya, membaca Alquran setiap harinya, bersabar, tidak menggunjing kerabat atau tetangga dekat, bertutur jujur dan satu hal lagi yang penting selalu berpikir positif. Itulah output (hasil) yang sebenarnya dikehendaki Allah SWT setelah bulan Ramadan berakhir. Setiap umat muslim penulis yakin tidak ingin perubahan yang telah dilakukan selama sebulan penuh itu juga berakhir setelah Ramadan meninggalkan kita. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Puasa, Upaya Meningkatkan Kualitas Iman

10 September 2009

Secara sederhana, iman menurut ulama Ahlu Sunnah yaitu mengikrarkan dengan lisan, membenarkan dengan hati mengerjakan dengan anggota badan. Keimananlah yang menjadi motivator manusia untuk melakukan perbuatan.

Keimanan dan amal adalah akidah dan syariat. Keduanya sambung menyambung dan saling berkesinambungan. Tanpa keimanan tidak¬† mungkin ada amal dan begitu juga sebaliknya. Tanpa keimanan tidak mungkin kita menjalankan ibadah puasa dan bergembira ketika menyambut bulan Ramadan. Maka, beruntunglah orang-orang yang beriman. Orang-orang yang senantiasa menjalan apa yang diperintahkan-Nya dan menjauhi segala apa yang dilarang-Nya. Baca entri selengkapnya »

Persiapan Menghadapi Kematian

4 Agustus 2009

Secerdas-cerdas manusia adalah manusia yang selalu mengingat akan mati. Demikian ungkap baginda nabi dan rasul termulia Nabi Muhammad SAW ketika menjawab pertanyaan sahabat tentang orang yang cerdas atau pintar. Kalau ditilik lebih jauh hadis ini, tak perlulah kita meragukannya bahwa hakikat kehidupan adalah untuk ibadah kepada Allah SWT dan sebagai manusia yang beriman sudah semestinya kita meyakini kematian yang datang tidak mengenal waktu dan dimanapun kita berada. Ketika Allah SWT berkehendak untuk mencabut nyawa ketika itulah usai sudah amal-amal yang kita kerjakan kecuali tiga hal yaitu amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang saleh yang mendoakan kedua orangtuanya ketika berada di alam akhirat sana. Baca entri selengkapnya »

Muda Kaya Raya, Mati Masuk Surga

4 Agustus 2009

Kaya saat usia tua, itu mah biasa. Kaya disaat usia muda itu baru luarrrrrrrrrrrrrrrr biasa. Demikian ungkap seorang teman saya ketika menawarkan sebuah produk MLM yang dia geluti selama bertahun-tahun. Kalau dipikir-pikir memang yang diucapkannya itu bisa dikatakan benar 100 persen. Dengan kekayaan tersebut kita bisa membahagiakan siapapun orang-orang yang kita sayangi dan kasihi di usia muda. Sebut saja, ibu-bapak, kakak-adik, tante-oom dan orang-orang terdekat kita yang lainnya.

Muda kaya raya adalah motivasi yang cukup baik. Mengapa penulis katakan cukup baik? Ya, itu bisa memotivasi kita untuk menghargai dan memaksimalkan  waktu yang telah diberikan Allah SWT kepada kita semua untuk berlomba-lomba mengais rezeki. Namun, dalam konteks keimanan tentu kita mempunyai cita-cita lain selain kaya. Kaya saja tidak cukup. Bagi orang-orang yang beriman kaya saja tidak cukup, tetapi bagaimana dengan kekayaannya itu dia bisa masuk surga. Terkadang, ada orang muda yang mendapatkan amanah kekayaan itu tetapi dia sombong dengan kekayaannya itu.

Mudah-mudahan kita tidak termasuk orang yang seperti ini karena telah melupakan bahkan mengabaikan campur tangan Allah SWT sang sutradara hidup dan kehidupan di dunia-akhirat. Dengan kata lain, Allah SWT mewajibkan kita untuk kaya. Akan tetapi, jangan sampai dengan kekayaan itu kita lupa kepada-Nya yang telah memberikan berbagai kenikmatan dan kelezatan hidup di dunia.

Dalam hal ini Allah SWT telah berfirman dalam QS. At-Taubah ayat 111, “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar”.

Jelas Allah SWT telah mengatakan bahwa Allah membeli jiwa dan harta. Walau harta disebutkan yang kedua tapi disini semacam ada kewajiban dan perintah dari Allah SWT yang mewajibkan umat-Nya untuk kaya dan Allah SWT menjamin orang-orang yang kaya masuk surga dengan catatan mereka membelanjakan hartanya hanya untuk beribadah kepada-Nya dengan menolong sesama umat yang membutuhkannya.

Bahkan dalam QS. As-Saff ayat 11, “(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui”. Dengan tegas disini Allah SWT menerangkan bahwa bermimpi dan mewujudkan kekayaan itu adalah sebuah keharusan dan satuhal yang perlu dicatat bahwa kekayaan itu adalah amanah yang diberikan Allah SWT kepada umatnya untuk berjihad di jalan Allah, bukan untuk berfoya-foya karena Allah SWT sangat membenci orang-orang yang diamanahi kekayaan tapi dihabiskan untuk hal yang tidak berfaedah.

Dengan kata lain, Allah SWT membenarkan bahkan mewajibkan umatnya untuk kaya dengan syarat. Pertama, memperoleh harta dengan yang baik. Kedua, harta tidak boleh membuat pemiliknya sombong. Ketiga, harta tersebut menjadi fasilitas untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Keempat, fasilitas untuk silaturahim dan kelima alat berjuang untuk menegakkan agama Islam di muka bumi ini.

Catatan Perjalanan Tabloid Kemilau Melayu 2

25 Juli 2009

Bukit Senumbing, Batu Sindu dan Pemandangan Indah Sore Itu

Siang itu, kru Tabloid Kemilau Melayu istirahat sejenak sembari makan siang di salah satu rumah makan Padang di Ranai, Kabupaten Natuna. Inilah awal Kemilau Melayu “memburu” berita-berita sejarah dan budaya Melayu di Natuna yang sangat banyak memendam sejarah keresidenan dan datuk kaya yang dulunya “merajai” pusat pemerintahan dan ekonomi di Natuna atau lebih dikenal dengan pulau Tujuh (sevent island).Foto Catatan Perjalanan 2

Usai menikmati makan siang, kami menginap di salah satu penginapan yang tak jauh dari Bandara Ranai. Meletakkan barang bawaan yang cukup banyak dan menarik nafas ditengah cuaca yang sedang panas saat itu sembari memikirkan untuk aktifitas sore harinya. “Kita ke pantai senumbing aja sore nanti,” kata Amdad rekan kami Biro Natuna.

Apa yang menarik di Pantai Senumbing? Rasanya sudah tak sabar menunggu sore. Selepas menunaikan ibadah salat Asar, kami pun berangkat ke Bukit Senumbing. Lokasinya mudah dicapai karena lebih kurang 3 kilo meter dari kota Ranai. Untuk menuju ke lokasi bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat. Sekitar limabelas menit kami tiba di lokasi. Baca entri selengkapnya »

Generasi Memble Tanggungjawab Generasi Mapan

13 Juli 2009

OLEH: R.DACHRONI

“Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar,” (QS.An-Nisa: 9)

R. DachroniRenungkanlah surat An-Nisa ayat 9 ini. Setidaknya ada tiga hal yang dapat saya tangkap. Pertama, ketakutan seorang muslim hanyalah kepada Allah SWT. Kedua, adanya generasi lemah atau generasi memble seperti judul yang saya tulis. Ketiga, tanggungjawab generasi mapan atau generasi-generasi beriman terhadap generasi-generasi memble seperti yang penulis maksud.

Ya, terus terang di tengah kondisi bangsa yang diselimuti sejuta permasalahan. Di tengah kondisi bangsa yang dililit sejuta bencana. Di tengah beragam kecacatan moral para pemuda saat ini, kita seolah-olah lupa atau sengaja melupakan bahwa dibelakang kita masih banyak generasi-generasi yang hilang semangat hidupnya. Generasi yang tidak sadar dengan kemampuan yang dianugrahkan Tuhan kepadanya. Mau jadi apa bangsa ini? Baca entri selengkapnya »

Catatan Perjalanan Kemilau Melayu ke Natuna

12 Juli 2009

Kaca Helm “Wajib” Dibuka

Ranai, ibukota Kabupaten Natuna foto untuk catatan perjalananSelasa (9/6) tepat pukul 11.00 Waktu Indonesia Barat (WIB) Kru Tabloid Kemilau Melayu berada di bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang. Antara jadi dan tidak kami menunggu tiket pesawat RAL (Riau Airlines) menuju ke Ranai, Kabupaten Natuna yang di cancel. Alhamdulillah, tepat pukul 12.00 WIB setelah satu jam kami menunggu, kami dipanggil oleh agen tiket RAL yang ada di bandara. “Ada yang cancel nih,” kata agen tiket itu.

Akhirnya, jadi juga berangkat ke Ranai, ibukota kabupaten Natuna. Secara kebetulan kru Tabloid Kemilau Melayu juga berangkat bersama Sanggar Langkadura dan tim Paskibraka Kabupaten Natuna yang pulang menuju Natuna. Sekitar 1 jam lewat lima menit kami pun tiba di bandara Ranai.

Karena penumpang saat itu cukup ramai, kami pun berdesak-desakan menuju pintu keluar. Bagasi barang-barang tampak padat dengan tas-tas serta oleh-oleh yang dibawa penumpang dari Tanjungpinang. Kami pun langsung menghubungi biro kami di Natuna. Rekan kami Amdad menjemput kami. Baca entri selengkapnya »

Mengawal Janji SBY-Boediono

11 Juli 2009

OLEH: R. DACHRONI

R. DachroniPilpres satu putaran, tampaknya tak sekedar slogan di iklan. Berdasarkan hasil quick count dari berbagai lembaga survei menunjukkan tingkat perolehan suara SBY-Boediono melesat begitu tajam mencapai 60 persen lebih suara menyaingi rivalnya Mega-Prabowo dan Jusuf Kalla-Wiranto. Kita memang berharap, semua pihak dapat berlapang dada menerima hasil quick acount (hitung cepat) yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah ini. Apalagi tidak hanya satu lembaga survei saja yang menyebutkan kemenangan SBY-Boediono. Namun, tugas rakyat ternyata tidak hanya berhenti saat pemilihan saja. Ada tugas lain yang muncul pasca pilpres ini khususnya wakil rakyat yang telah terpilih yaitu mengawal janji politik dan mengawasi kinerja kabinet SBY-Boediono kelak.

Sebelum pilpres berlangsung, ada sembilan topik sentral yang dijanjikan SBY-Boediono ke masyarakat antara lain pertumbuhan ekonomi, ekonomi dan kesejahteraan rakyat,¬† pendidikan, tenaga kerja, pertanian, penegakan hukum, HAM dan pemerintahan. Janji-janji tersebut saya rasa cukup realistis dan masyarakat lima tahun kepemimpinan SBY-Boediono benar-benar dapat terealisasi tak sebatas janji karena janji adalah hutang dan hutang wajib untuk dilunasi sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Maidah ayat 1, “Wahai orang-orang yang beriman tepatilah janji-janji”. Baca entri selengkapnya »

Reposisi Gerakan Mahasiswa

11 Juli 2009

OLEH: R. Dachroni

Pasca reformasi 1998, gerakan mahasiswa sepertinya bebas dan lepas menyampaikan aspirasinya melalui aksi demontrasi. Itulah barangkali kenikmatan yang diperoleh mahasiswa saat ini dan sadar atau tidak masyarakat dan mahasiswa telah berutang budi kepada mahasiswa 98 yang telah memperjuangkan reformasi. Namun, benarkah gerakan mahasiswa itu identik dengan aksi demontrasi? Baca entri selengkapnya »